Selasa, 19 Mei 2009

RENUNGKANLAH !!!

Ketika kamu kembali ke rumah dan merebahkan diri di atas tempat tidur, coba luangkan waktu sejenak untuk menggambarkan perempuan salehah yang menawan, yang jauh dari kemaksiatan. Kemudian, bandingkanlah perempuan tersebut dengan perempuan lain yang berakhlak buruk dan selalu melakukan hal-hal yang diharamkan agama. Demi Allah…, pikirkan. Perempuan manakah yang hidupnya lebih tenang dan lebih mantap? Manakah yang lebih utama mendapat pujian dan sanjungan?

Apakah perempuan yang bisa mengatasi hawa nafsunya dan mampu mengendalikan keinginannya, meskipun gejolak syahwat yang tiada henti mendera dirinya ataukah perempuan yang tidak mampu bertahan menghadapi godaan-godaan nafsu dan keinginan dirinya? Ini adalah pertanyaan yang muncul dengan sendirinya dan karena fakta yang ada. Mengapa perempuan ini menuai kesuksesan, sedangkan yang itu tidak?

Sungguh, aku heran ketika melihat muslimah mengikuti tren yang diinginkan oleh para musuh Islam. Ia begitu saja mengikuti dan meniru model dan gaya yang sedang tren, serta tidak peduli lagi terhadap jilbab dan rasa malunya. Setiap hari kita bisa melihat wajah baru dan warna baru dari bentuk kemaksiatan ini. Seperti itulah apa yang kami lihat.

Sesungguhnya, hal itu merupaka rekayasa terhadap jilbab dengan tujuan agar kalian tidak mengenakan jilbab dan kepala kalian terbuka. Aku tidak perlu memberikan fatwa-fatwa kepada kalian seputar apa yang menimpa kaum perempuan sekarang. Akan tetapi, perempuan muslimah yang sebenarnya adalah yang takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda

“Tinggalkan sesuatu yang meragukan bagimu kepada apa yang tidak meragukanmu”.

Hadits diatas menjelaskan bahwa berpaling dari hukum-hukum Allah tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa, kelak di hari kiamat. Saat itu, kalian akan berjumpa dengan Allah Yang Maha mengetahui apa yang tersimpan dan tersembunyi dalam dada.

Pandanglah dirimu di dalam cermin dan lihatlah bentuk wajah yang menampakkan daya semangat hidup. Sekarang, kamu bisa menghirup udara segar. Dapat menikmati kesehatan dan tenaga yang masih kuat. Namun, pernahkah suatu kali kamu menjenguk nenekmu yang terlihat lemah, terbaring di tempat tidur dan kekuatannya telah berkurang?

Dulu, ia pernah mengalami masa muda seperti kamu, dan menjadi bunga yang menawan. Akan tetapi, sejalan dengan perputaran waktu, bergantinya tahun dan hari, bungan muda itu layu dan berdaya di bawah baying-bayang masa tua. Sirna pula masa kanak-kanak. Adapun yang tersisa, hanyalah kenangan.

Kelak beberapa tahun ke depan engkau akan menjadi nenek-nenek. Jadi, pergunakanlah waktu mudamu dengan sebaik-baiknya. Kekuatanmu di masa muda tidak akan kembali lagi. Ketika itu, yang dirasakan hanyalah penyesalan dan penyesalan

Dikutip dari buku “Inner Beauty”.

Selasa, 12 Mei 2009

KECANTIKAN SEJATI

Jiwa manusia selalu menginginkan dan mencari kecantikan dan berusaha untuk menggapainya. Jika setiap sesuatu ada standar ukurannya, maka demikian pula dalam kecantikan ada juga standar ukurannya. Keindahan mata menurut kami terletak pada warna putih di matanya yang benar-benar putih, dan warna hitamnya benar-benar hitam, dalam warna putih dan hitam tersebut terdapat kelebihan tersendiri. Dan kecantikannya bukanlah terletak pada keberaniannya dalam memandang (mata yang jelalatan).

Keindahan kulitnya terdapat pada kejernihan dan putihnya, jernih bagaikan yaqut dan putih bagaikan marjan, bersinar bagaikan mutiara dalam kerang yang tidak pernah tersentuh tangan, bukan pada warna dan coraknya.

Keindahan payudara terletak pada tersembunyinya, bukan terletak pada terbukanya. Keindahan usianya terletak pada kedewasaannya, bukan kekanak-kanakan. Keindahan kesuciannya terletak pada penjagaannya, bukan pada keperawanannya yang terenggut. Keindahan cinta terletak pada ketaatan yang sempurna, tidak ambisius terhadap selain yang dicintainya, dan tidak ridha kecuali kepada suaminya. Bukan terletak pada jumlah yang dicintainya. Sinar kecantikan yang sebenarnya itu antara langit dan bumi ketika matahari terbit, bukan pada kecantikan yang dibuat-buat (imitasi) dan kemanjaan palsu. Itulah sebagian dari ukuran standar kecantikan menurut kami dan itulah yang diinginkan oleh jiwa kita.

Dikutip dari buku “Inner Beauty”

Rabu, 22 April 2009

AKU TIDAK BISA MENGERTI KAUM LELAKI

Aku adalah seorang gadis yang telah tunangan beberapa waktu yang lalu. Aku telah menentukan batas-batas tertentu yang tidak boleh dilanggar oleh tunanganku, meskipun dia berusaha melakukan hal tiu dengan alasan bahwa kami sudah hampir menikah. Aku melakukan hal itu setelah mengetahui dari saudara laki-lakiku bahwa kaum lelaki tidak akan menghormati seorang gadis yang mau melakukan hal-hal yang kurang etis, meskipun dengan tunangannya sendiri. Aku kemudian bertanya kepadanya: “Lalu bagaimana dengan gadis yang engkau cintai? Secara kebetulan aku pernah mendengarkan kamu berbicara kepadanya dengan kata-kata yang kurang etis, yang kemudian menunjukkan bahwa dia terlalu ‘murahan’ terhadapmu”. Jawaban yang dia berikan ternyata sangat mengejutkan: “Tentu saja aku tidak akan menikahinya karena aku tidak yakin bahwa dia tidak akan mengulangi hal itu dengan lelaki lain setelah menikah nantinya. Lebih-lebih, aku juga tidak merasa yakin bahwa dia tidak melakukan hal itu dengan lelaki lain sebelum aku”. Maka kemudian aku berkata kepadanya: “Ini jelas tidak adil karena kamulah yang telah mendorongnya untuk melakukan hal itu”. Dengan santai dia menjawab: “Tidak ada lelaki yang mau mendorong seseorang gadis untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya. Karena dia telah menginginkan hal itu, maka dia harus membayar harganya. Aku bersumpah bahwa sebenarnya aku hendak meminangnya seandainya saja dia tetap ngotot untuk mempertahankan prinsipnya”. Akhirnya terjadilah perdebatan panjang antara kami. Masing-masing kami ngotot untuk mempertahankan pendapatnya. Yang mana, hal itu membuatku bertanya-tanya: “Apakah seorang lelaki perlu menguji kita beberapa kali untuk meyakinkan apakah kita akan mampu mempertahankan akhlak yang kita miliki, baik sebelum maupun sesudah tunangan atau tidak? Apakah para gadis remaja menyadari hal itu sehingga mereka tidak menganiaya dirinya sendiri?”. Akhirnya aku merasa tersinggung dengan perlakukan tunanganku itu, menentangnya dan memintanya agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut. Terus terang, sampai sekarang aku belum mengerti logika kaum lelaki”

Saya mendukung anda yang tidak suka dengan lelaki yang mendesak seorang gadis untuk melakukan hal-hal yang kurang etis, kemudian setelah itu dia meninggalkannya karena gadis itu mau menuruti kata-katanya. Saya menganggap hal itu sebagai salah satu bentuk penipuan yang dilarang oleh agama. Selain itu, tindakan seperti itu juga bisa dikategorikan sebagai tindakan provokasi untuk melakukan hal-hal yang diharamkan. Tidak diragukan lagi bahwa diakhirat nanti mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Lebih-lebih, mereka juga tidak akan bisa merasakan kebahagiaan di dunia ini. Karena, saking seringnya bersinggungan dengan para gadis yang tidak berakhlak, mereka akhirnya tidak percaya lagi kepada para gadis yang ditemuinya. Mereka bisa saja telah kecanduan dengan kepuasaan haram sehingga mereka tidak bisa menikmati hidup ini. Kemudian, diakhirat nanti dia akan menerima siksa yang amat pedih.

Meskipun saya benar-benar mengerti hal itu, bukan berarti saya telah membebaskan para gadis dari tanggung jawab mereka. Selama seorang gadis merelakan dirinya dijadikan korban atau makanan empuk para lelaki, maka dia juga tidak pantas untuk dihormati lelaki manapun di dunia ini. Masing-masing kita tentunya bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Tidak ada gadis yang tidak mengetahui hal itu. Yang ada hanyalah gadis yang menipu dirinya sendiri dan menyerah pada kelemahan yang dimilikinya, kemudian membenarkannya dengan alasan cinta. Padahal, cinta tidak turut campur dalam masalah itu. Karena sebuah cinta akan selalu didasarkan pada perasaan saling menghormati, dan pemuda yang mencintai seorang gadis tidak akan meminta sesuatu yang bisa menginjak-injak kehormatan itu, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Dia akan senantiasa menahan diri sehingga dia tidak menyakiti gadis yang dicintainya serta menyimpan seluruh perasaan yang dimilikinya sampai dia benar-benar menikahinya dan semuanya menjadi halal baginya.

Bukan merupakan pembelaan terhadap kaum lelaki jika kita mengatakan bahwa para lelaki juga berhak menguji gadis yang dicintainya atau tunangannya sehingga dia benar-benar yakin bahwa pilihannya tidak salah, setelah jumlah gadis yang polos semakin bertambah banyak. Kita tidak bisa menyebut mereka sebagai gadis yang kurang ajar yang telah menghinakan dirinya sendiri, karena pada dasarnya mereka beranggapan bahwa dengan mengalah seperti itu mereka akan mampu mengendalikan para lelaki. Mereka tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang yang menggenggam air dengan jari-jarinya, kemudian air itu merembes dari tangannya, sementara mereka tidak menyadarinya. Mereka rupanya juga tidak menyadari bahwa sebuah pernikahan akan semakin jauh dari seorang gadis selama dia semakin banyak mengalah atau mau melakukan pengorbanan-pengorbanan. Inilah yang perlu diketahui oleh semua gadis remaja, dan dikabarkan kepada teman-teman perempuannya dengan cara yang halus dan lembut. Karena, ini adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri lagi dan sudah diakui semua lelaki. Banyak sekali gadis remaja yang terjebak ke dalam lembah kehinaan karena tidak menghiraukan hal itu.

Dikutip dari buku “La Tahzan for Love”.

Selasa, 14 April 2009

TERTARIK, TETAPI…!!!

“Aku adalah seorang gadis. Setiap kali aku dekat dengan seseorang, aku merasa diriku ini telah menjauhinya, walaupun aku merasa sangat tertarik kepadanya. Apakah artinya perilakuku ini?”

Perlu kiranya menentukan penyebab perilaku anda tersebut. Barangkali saja, anda hanya mengharapkan kekaguman seseorang, tapi anda tidak mau terjerumus kedalam sebuah hubungan yang akhirnya tidak jelas. Yang anda inginkan hanyalah menuruti perasaan bahwa bagaimanapun juga anda masih ada yang menyukai. Bisa jadi, anda menjauh darinya karena anda takut jika hubungan yang anda jalin nantinya gagal, atau takut tidak mampu bersikap dengan semestinya pada pemuda tersebut. Dan, hal itu barangkali disebabkan banyaknya persoalan cinta yang sering anda dengar dari teman-teman anda, yang kebanyakan darinya berakhir. Akhirnya, tanpa anda sadari, anda kemudian berusaha menjauhi rasa sakit itu dan lari darinya.

Tanyakan kepada diri anda sendiri, mengapa anda menjauhinya. Katakanlah kepada diri anda sendiri: “Mengapa aku harus membiarkan usiaku berlalu begitu saja, dan aku menyia-nyiakan kesempatan yang barangkali sangat baik untuk menjalin suatu hubungan dengan orang lain? Mengapa aku tidak mengenal dengan lebih baik orang yang aku kagumi; sehingga aku terhindar dari tipuan, dan aku bisa meyakinkan kesalehannya, keseriusannya, lebih-lebih kemampuan materinya untuk mengubah kekagumannya terhadapku, menjadi suatu tindakan praktis untuk meminang dan menikahiku dalam kurun waktu yang rasional, tanpa harus memberikan keistimewaan apapun kepada dirinya, baik yang berbentuk ucapan maupun perbuatan. Pernyataan cinta seorang pemuda terhadap seorang gadis tidak akan mampu memberikan hak-hak apapun terhadapnya.

Yang pasti, seorang gadis yang mengabaikan kenyataan itu akan mempersulit dirinya dalam persoalan-persoalan yang muncul karena cinta. Akhirnya, pemuda itu akan memanfaatkan kesempatan yang ada, dan dia sendiri tidak akan percaya lagi kepada para pemuda, juga kepada dirinya sendiri.

Saya berharap anda bisa menentukan tujuan dengan jelas sebelum memutuskan untuk tertarik dengan seorang pemuda. Anda hendaknya meyakinkan diri anda bahwa dia adalah tipe teman hidup yang anda damba-dambakan telah memenuhi kriteria utama pemuda impian anda, serta tidak mempermainkan anda. Jangan sampai anda terpikat dengannya karena hampanya perasaan yang menyelimuti jiwa anda. Anda hendaknya juga tidak terpesona dengan kata-kata cinta sehingga anda lupa untuk berpikir secara rasional. Berpikirlah dengan baik, sebelum anda mengambil suatu keputusan. Dengan begitu, anda tidak menyesal kemudian. Ok girls……???

Dikutip dari buku “La Tahzan for Love”.

Tiada kesedihan untuk sebuah cinta karena cinta sejati itu akan membahagiakanmu.

Rabu, 11 Maret 2009

Temukan Belahan Jiwa Anda

Mungkin kita sering bertanya-tanya, dimanakah kita bisa menemukan belahan jiwa atau orang istimewa yang akan menjadi pasangan kita. Sebagian orang cukup beruntung telah menemukan belahan jiwanya tetapi sebagian lagi masih mencarinya. Sebenarnya yang menjadi permasalahan adalah apakah kita mencari di tempat yang tepat.

Kita mungkin membayangkan belahan jiwa yang kita cari akan datang dengan sendiri ke rumah kita untuk memperkenalkan diri kepada kita. Memang ada kemungkinan hal itu terjadi tetapi besarnya hanyalah satu di antara sejuta. Kita akan memiliki peluang yang lebih baik jika kita berupaya untuk mencarinya. Bukan dengan memasang iklan tapi mulailah dari hati. Artinya, harus kita yakin dengan apa yang kita inginkan dan miliki kepercayaan yang besar bahwa kita akan menemukannya. Untuk itu, simak langkah-langkah berikut ini yang bisa kita lakukan agar mendapatkan belahan jiwa kita.

Sadari atau katakan pada diri kita bahwa di luar sana ada seseorang untuk kita. Ini adalah langkah pertama dan paling penting. Percaya dengan sepenuh hati bahwa di saat kita mencari belahan jiwa, maka orang lain tersebut juga. Kita mungkin cocok satu sama lain, masalahnya hanya pada waktu saja.

Jangan berkecil hati jika belum menemukan cinta sejati. Sebuah sikap baru dan pendekatan segar selalu bisa mendatangkan keajaiban. Belahan jiwa kita mungkin sedang menelepon kita dan kita mungkin tidak pernah tahu.

Kembalilah pada diri sendiri. Duduk dan dapatkan gambaran yang jelas tentang siapa diri kita. Kepribadian kita termasuk tipe apa? Orang seperti apa yang berkemungkinan paling besar membuat kita bahagia? Orang seperti apa yang kita inginkan mendampingi kita dalam hidup kita? Pertanyaan ini penting dan perlu kita jawab secara jelas dan jujur dalam hati sebelum kita memulai pencarian.

Tetapkan tujuan-tujuan personal. Hidup seperti apa yang kita inginkan? Apakah memiliki banyak uang merupakan faktor penting untuk kita? Seberapa penting pekerjaan kita saat ini bagi kita? Jika kita memiliki jawaban yang tegas atas semua pertanyaan ini, maka kita berkemungkinan kecil bersama seseorang yang tujuan jangka panjangnya bertentangan dengan tujuan kita.

Rumuskan ulang pencarian kita. Kedengarannya mungkin aneh tapi terkadang saat kita berusaha sangat keras mencari belahan jiwa, maka kemungkinan dia akan menghindar dari kita. Jika kita ingin bertemu dengan pasangan ideal, maka berhentilah mencarinya. Bergaul merupakan salah satu cara untuk menciptakan hidup yang kaya dan memuaskan. Kita bisa meningkatkan kehidupan sosial tetapi bukan untuk mencari pasangan. Jika hidup kita baik dan bahagia, maka pasangan yang tepat akan tertarik kepada kita.

Janganlah berkompromi. Begitu kita yakin tentang jenis hubungan atau belahan jiwa atau kehidupan yang kita inginkan, maka percayalah bahwa hal itu akan terjadi. Jangan kehilangan kesabaran dan jangan terima yang kurang dari cinta sejati. Jika kita melakukannya, maka kita akan terikat pada yang palsu. Kita pasti ingin mencari pasangan untuk seumur hidup. Selamat mencari…….Semangat!!!!!!

Dikutip dari buku “Ya Allah, Aku tak Ingin Sendiri”.