Ketika kamu kembali ke rumah dan merebahkan diri di atas tempat tidur, coba luangkan waktu sejenak untuk menggambarkan perempuan salehah yang menawan, yang jauh dari kemaksiatan. Kemudian, bandingkanlah perempuan tersebut dengan perempuan lain yang berakhlak buruk dan selalu melakukan hal-hal yang diharamkan agama. Demi Allah…, pikirkan. Perempuan manakah yang hidupnya lebih tenang dan lebih mantap? Manakah yang lebih utama mendapat pujian dan sanjungan?
Apakah perempuan yang bisa mengatasi hawa nafsunya dan mampu mengendalikan keinginannya, meskipun gejolak syahwat yang tiada henti mendera dirinya ataukah perempuan yang tidak mampu bertahan menghadapi godaan-godaan nafsu dan keinginan dirinya? Ini adalah pertanyaan yang muncul dengan sendirinya dan karena fakta yang ada. Mengapa perempuan ini menuai kesuksesan, sedangkan yang itu tidak?
Sungguh, aku heran ketika melihat muslimah mengikuti tren yang diinginkan oleh para musuh Islam. Ia begitu saja mengikuti dan meniru model dan gaya yang sedang tren, serta tidak peduli lagi terhadap jilbab dan rasa malunya. Setiap hari kita bisa melihat wajah baru dan warna baru dari bentuk kemaksiatan ini. Seperti itulah apa yang kami lihat.
Sesungguhnya, hal itu merupaka rekayasa terhadap jilbab dengan tujuan agar kalian tidak mengenakan jilbab dan kepala kalian terbuka. Aku tidak perlu memberikan fatwa-fatwa kepada kalian seputar apa yang menimpa kaum perempuan sekarang. Akan tetapi, perempuan muslimah yang sebenarnya adalah yang takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda
“Tinggalkan sesuatu yang meragukan bagimu kepada apa yang tidak meragukanmu”.
Hadits diatas menjelaskan bahwa berpaling dari hukum-hukum Allah tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa, kelak di hari kiamat. Saat itu, kalian akan berjumpa dengan Allah Yang Maha mengetahui apa yang tersimpan dan tersembunyi dalam dada.
Pandanglah dirimu di dalam cermin dan lihatlah bentuk wajah yang menampakkan daya semangat hidup. Sekarang, kamu bisa menghirup udara segar. Dapat menikmati kesehatan dan tenaga yang masih kuat. Namun, pernahkah suatu kali kamu menjenguk nenekmu yang terlihat lemah, terbaring di tempat tidur dan kekuatannya telah berkurang?
Dulu, ia pernah mengalami masa muda seperti kamu, dan menjadi bunga yang menawan. Akan tetapi, sejalan dengan perputaran waktu, bergantinya tahun dan hari, bungan muda itu layu dan berdaya di bawah baying-bayang masa tua. Sirna pula masa kanak-kanak. Adapun yang tersisa, hanyalah kenangan.
Kelak beberapa tahun ke depan engkau akan menjadi nenek-nenek. Jadi, pergunakanlah waktu mudamu dengan sebaik-baiknya. Kekuatanmu di masa muda tidak akan kembali lagi. Ketika itu, yang dirasakan hanyalah penyesalan dan penyesalan
Dikutip dari buku “Inner Beauty”.
