Berpikir positif akan membuat tubuh lebih sehat. Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih membahagiakan. Seperti apakah orang yang selalu berpikir positif itu?
1. Melihat masalah sebagai tantanganOrang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup merasa tertantang untuk mengatasi sesuatu dengan tenaga yang dia miliki. Dia merasa hidup adalah serentetan tantangan yang tidak akan pernah berhenti. Ketika tantangan itu sulit, maka dia akan bilang, ”Ini memang sulit tetapi kita bisa mengatasinya”. Dia mengedepankan berita gembira daripada berita buruk. Dia senantiasa tersenyum dan melihat fenomena ini sebagai suatu tantangan untuk ditaklukkan.
2. Menikmati hidup
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati. Apa yang ada pada dirinya adalah sumber motivasi luar biasa yang bisa memompa diri dan hatinya untuk tetap bertahan untuk kondisi apapun. Dia bisa saja merasa lunglai tak bertenaga, namun dia memilih untuk mensyukuri apa yang ada dan mencoba bersikap pede atasnya. Dia tidak gampang terpengaruh oleh olok-olokan orang dan mencoba tegap berdiri menikmati hidup yang diamanahkan kepadanya.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Menerima saran dan ide bisa saja menyebabkan munculnya hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik. Selalu memilih banyak mendengar dan lebih sedikit berbicara bila menemukan orang yang lebih baik darinya. Siap untuk dikritik dan selalu bersegera untuk membenahi diri. Apapun itu, selama bisa memberikan input positif bagi diri dan kepribadian kita, maka tidaklah menjadi masalah.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.
Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Pikiran-pikiran negatif ini nantinya justru akan membentuk pribadi-pribadi skeptis, pesimis, dan kalah sebelum bersaing. Daya saing seseorang menjadi sangat rendah. Kredibilitasnya dipertanyakan dan tidak terlihat mampu dipercaya. Memelihara pikiran-pikiran negatif sama sekali tidak menguntungkan. Abaikan dan enyahkan pikiran negatif yang hinggap di hati.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya dan bukannya berkeluh kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
Suatu kebahagiaan luar biasa, manakala kita lebih sibuk mensyukuri apa yang kita miliki dan enggan mencaci apa yang tidak kita miliki. Hidup ini adalah rentetan syukur yang tidak berkesudahan, bukan caci maki kufur nikmat yang tak akan habis dikenang. Apa yang ada ditangan lebih berarti daripada apa yang ada di pandangan. Angan-angan yang membayang akan hanya menyisakan harapan tak berkesudahan, sedangkan rasa syukur terhadap apa yang dimiliki bisa memompa jiwa untuk menjadi hamba Allah yang bersyukur. Selalu melihat pada kesyukuran hati dan tidak mendongak ke atas terhadap apa yang tidak kita miliki. Selalu saja ada nikmat yang tidak ada pada kita, dan selalu ada saja kekurangan yang kita miliki. Seberapa melimpah nikmat dunia ini tidak akan kita miliki semuanya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Tidak semua yang kita dengar harus kita sampaikan kepada orang lain. Apalagi bila informasi itu didahului oleh kata-kata ’kata orang, orang bilang,...”dan lain sebagainya. Kecenderungan dua daun telinga kita adalah mendengar apa yang membuat asyik, apa yang membuat nyaman dan apa yang membuat rasa ingin tahu kita terbuang. Namun terkadang rasa keingintahuan itu hanya akan menyisakan penyesalan. Manusia berkomentar itu hal biasa, yang tidak biasa adalah kita yang selalu merespon apa saja komentar mereka. Kadang telinga lebih baik ditutup dan mendengar yang baik-baik saja.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan.
Hindari No Action, Talk Only. Selalu menyediakan diri bila dibutuhkan bantuannya oleh orang lain. Bila diberikan amanah, tidak pernah ada kata untuk menolak, namun dengan sepenuh hati akan menerima tantangan itu.
8. Menggunakan bahasa positif
Setiap orang cenderung lebih senang mendengarkan kata-kata yang membangun dan bukan kata-kata yang menjatuhkan. Kalau seandainya tidak ada orang yang akan memuji kita dengan kata-kata yang membangun, maka berikan kata-kata membangun itu untuk diri kita sendiri.
9. Menggunakan bahasa tubuh yang optimis.
Senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan tangan yang ekspresif atau anggukan, berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias dan hidup. Bahasa tubuh yang positif ini akan berpengaruh pada suasana hati kita. Tidak akan mungkin seseorang yang bahagia hatinya tapi murung wajahnya. Tidak mungkin orang yang lincah berjalan, riang gembira bergerak ke sana ke mari tetapi memiliki wajah yang merengut berlipat-lipat. Bahasa tubuh tidak bisa ditipu, dia akan muncul sebagai ekspresi hati yang memang muncul dari dalam diri kita sendiri.
10. Peduli pada citra diri
Kita berusaha tampil baik, bukan hanya di luar tetapi juga di dalam. Ini bukan merupakan ekspresi suatu kejaiman atau menjaga imej, tapi ini adalah wujud dari betapa kita menghargai diri sendiri. Karena dengan begitu diharapkan kita mampu memberi inspirasi bagi orang lain. Ketika melihat kita, bisa menjadi penguat hati untuk berubah menjadi lebih baik. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
- Berpikir baik tentang diri sendiri
- Berpikir baik tentang orang lain
- Berpikir baik tentang keadaan
- Berpikir baik tentang Allah.
Mari kita bersama-sama berusaha senantiasa berpikir positif. Ok..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar