Menyadari keberadaan kita didunia akan membuat kita senantiasa bahagia dalam keadaan apapun. Manusia sering larut dalam kebahagiaan (sering lupa diri). Apabila dia bahagia dia lupa bersyukur dan berterima kasih kepada yang memberinya kebahagiaan. Tetapi apabila dirundung duka, dia terus menangis dan meratapi kedukaan atau musibah yang dialaminya. Manusia tidak pernah akan lepas dari suka dan duka, seperti halnya bergantinya siang dan malam. Percayalah bahwa apa yang Tuhan berikan kepada anda adalah memang yang terbaik untuk anda. Bisa saja anda menganggap sesuatu itu terbaik untuk anda (memang untuk sekarang), tetapi belum tentu baik untuk masa depan anda nanti. Tuhan mengetahui semua yang akan terjadi di masa depan anda, semua yang terbaik untuk anda. Misalnya saja, memang anda sekarang menyukai seseorang yang menurut anda cocok untuk anda karena anda mengganggap dia menuju sempurna (cantik, kaya, body aduhay) tapi apakah anda sadar yang menciptakan dia khan Tuhan. Tuhan tahu mana yang cocok buat anda, mana yang tidak. Dia memang cantik tapi apakah dia akan cantik terus??? Kecantikan akan pudar seiring dengan berjalannya waktu. Apakah pada masa itu anda masih manyukainya???. Dia kaya, apakah akan kaya terus???. Kalau dia jatuh miskin apakah anda masih menyukainya???. Kecantikan dan kekayaan tidak akan pudar apabila dilandasi dengan iman. Dia akan terus cantik karena dia memang memiliki inner beauty bukan hanya karena cantik fisik, dia akan tetap kaya karena dia kaya bukan karena harta yang dimilikinya tetapi karena iman. Semua manusia selalu menginginkan yang terbaik. Kalau memang menginginkan yang terbaik mulailah dengan memperbaiki diri anda sendiri. Seperti kata Aa Gym “Mulailah dari diri sendiri…………. “Ok.
By
Iwasweet.
Selasa, 06 Januari 2009
Pertemuan dan Perpisahan
Kebersamaan yang selama ini kurasakan dengan teman-teman di suatu yayasan (tempat kerjaku) membuatku sulit berpisah. Teman dalam suka dan suka, teman yang mengerti aku, teman belajar, teman berbagi (berbagi informasi, gosip, makanan, he…he…he…, pokoknya yang bisa dibagi deh “matematika kapang”). Disini saya menemukan sosok kakak (tempatku bermanja ria) dan sahabat yang sangat baik. Mereka kakak dan sahabat yang saya idamkan selama ini. Waktu yang mempertemukanku dengan mereka, waktu pula yang memisahkanku. Berat rasanya akan berpisah (berapa kg mi itu???). Tetapi mau tidak mau harus diterima. Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan “Tapi saya tidak mengira waktunya terlalu cepat…..(Maumi diapa???)”. Hanya Tuhan yang tahu kapan saya bisa bertemu dan berkumpul dengan mereka lagi. Saya berharap perpisahan ini bukanlah perpisahan untuk selama-lamanya, tetapi perpisahan untuk bertemu dilain waktu dan tempatnya saja. Amin…..
For kakak dan sekaligus sahabat yang telah menemaniku main basket (siapa ya???).
By
iwasweet
For kakak dan sekaligus sahabat yang telah menemaniku main basket (siapa ya???).
By
iwasweet
Kamis, 18 Desember 2008
Work or Hobby?
Aktivitas yang dilakukan tiap hari merupakan rutinitas yang tidak akan lepas dari semua makhluk bernyawa. Makan, minum, berolahrga, kerja bahkan refreshing itulah sebagian dari aktivitas makhluk Tuhan yang dinamakan manusia. Manusia yang ingin mandiri selalu berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Tidak cocok atau tidak enjoy dengan pekerjaan yang satu mencoba lagi pekerjaan yang lain sampai mendapatkan suatu pekerjaan yang membuatnya enjoy. Bekerja bukan hanya sekedar mencari uang atau memenuhi kebutuhan lahir tetapi juga harus memenuhi kebutuhan batin. Menganggap pekerjaan sebagai suatu rutinitas yang memberatkan akan mengakibatkan anda akan terbebani dengan rutinitas tersebut, tetapi cobalah menganggap pekerjaan itu adalah suatu hobby yang mengasyikkan, pasti akan membuat anda enjoy menikmatinya. Work or Hobby?. Jawab sendiri ya? (Jawaban anda khan belum tentu sama dengan saya). Benar nggak?. Try…….,dijamin manjur (Obat kapang), sudah dicoba. Percaya deh……ok.
By iwasweet.
Kamis, 04 Desember 2008
Persahabatan
Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia membutuhkan sahabat. Mereka mendefinisikan sahabat atau persahabatan dengan persepsi mereka sendiri. Dibawah ini ada beberapa definisi sahabat atau persahabatan:
1.Sahabat itu seperti bintang tak selalu tampak tapi selalu ada.
2.Sahabat adalah dia yang menghampiri ketika orang lain menjauh, karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata, saat tangan terluka mata yang menangis dan saat mata menangis tanganlah yang menghapusnya.
3.Apakah kita tahu hubungan antara dua bola mata kita?. Mereka berkedip bersama, bergerak bersama, menangis bersama, melihat bersama dan tidur bersama meskipun mereka tidak pernah melihat antara satu dengan yang lain. Persahabatan seharusnya seperti itu. Kehidupan bagai neraka tanpa sahabat.
4.Persahabatan ibarat sebuah rumah. Tak perlu mewah, tak perlu kaya, yang penting kita bahagia di dalamnya. Mencari sahabat tidak dari fisiknya melainkan dari hati atau kebaikannya.
5.Nilai persahabatan: Tidak akan cair dimusim panas, tidak akan beku walau dimusim dingin, tidak akan luruh dimusim hujan, tapi akan senantiasa mekar walaupun bukan dimusim semi. Hargailah sebuah persahabatan, sayangilah bila bersama, maafkanlah bila bersalah, rinduilah bila berjauhan, pahamilah bila keliru, nasihatilah bila khilaf, karena persahabatan bermakna mulia.
6.Sahabat adalah anugrah terindah yang tak ternilai.
7.Suatu hari cinta dan sahabat berjalan di desa. Tiba-tiba cinta jatuh dalam telaga, kenapa? Karena cinta itu buta. Lalu sahabatpun ikut terjun, kenapa? Karena sahabat akan berbuat apasaja demi cinta. Di dalam telaga cinta hilang, kenapa? Karena cinta itu halus, mudah hilang jika tidak dijaga dan sulit dicari. Sedangkan sahabat masih mencari dan menunggu cinta, kenapa? Karena sahabat itu sejati dan akan kekal sebagai sahabat yang setia. So............. hargailah dan sayangilah sahabatmu selagi dia masih ada.
8.Persahabatan adalah saling memaafkan.
9.Persahabatan adalah menerima kekurangan dan kelebihan, saling percaya, saling menghargai, peduli satu sama lain.
1.Sahabat itu seperti bintang tak selalu tampak tapi selalu ada.
2.Sahabat adalah dia yang menghampiri ketika orang lain menjauh, karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata, saat tangan terluka mata yang menangis dan saat mata menangis tanganlah yang menghapusnya.
3.Apakah kita tahu hubungan antara dua bola mata kita?. Mereka berkedip bersama, bergerak bersama, menangis bersama, melihat bersama dan tidur bersama meskipun mereka tidak pernah melihat antara satu dengan yang lain. Persahabatan seharusnya seperti itu. Kehidupan bagai neraka tanpa sahabat.
4.Persahabatan ibarat sebuah rumah. Tak perlu mewah, tak perlu kaya, yang penting kita bahagia di dalamnya. Mencari sahabat tidak dari fisiknya melainkan dari hati atau kebaikannya.
5.Nilai persahabatan: Tidak akan cair dimusim panas, tidak akan beku walau dimusim dingin, tidak akan luruh dimusim hujan, tapi akan senantiasa mekar walaupun bukan dimusim semi. Hargailah sebuah persahabatan, sayangilah bila bersama, maafkanlah bila bersalah, rinduilah bila berjauhan, pahamilah bila keliru, nasihatilah bila khilaf, karena persahabatan bermakna mulia.
6.Sahabat adalah anugrah terindah yang tak ternilai.
7.Suatu hari cinta dan sahabat berjalan di desa. Tiba-tiba cinta jatuh dalam telaga, kenapa? Karena cinta itu buta. Lalu sahabatpun ikut terjun, kenapa? Karena sahabat akan berbuat apasaja demi cinta. Di dalam telaga cinta hilang, kenapa? Karena cinta itu halus, mudah hilang jika tidak dijaga dan sulit dicari. Sedangkan sahabat masih mencari dan menunggu cinta, kenapa? Karena sahabat itu sejati dan akan kekal sebagai sahabat yang setia. So............. hargailah dan sayangilah sahabatmu selagi dia masih ada.
8.Persahabatan adalah saling memaafkan.
9.Persahabatan adalah menerima kekurangan dan kelebihan, saling percaya, saling menghargai, peduli satu sama lain.
Rabu, 03 Desember 2008
Jatuh Cinta, boleh…..(“tidak haram kok”)
Cinta adalah karunia Allah, fitrah yang diberikan kepada setiap insan, semangat ingin berkorban, keinginan untuk memiliki, hasrat ingin bertemu, ingin berbagi, saling mengisi. Jatuh cinta adalah hal yang wajar. Namun kalau terlalu mudah jatuh cinta itu namanya kurang ajar. Memiliki rasa cinta atau ketertarikan kepada lawan jenis, bukan berarti harus disebarkan kemana-mana. Sampai semua orang tahu. Walaupun jatuh cinta tidak perlu malu, namun kita harus pandai-pandai menempatkan rasa cinta kita sesuai pada tempatnya. Islam mengakui rasa cinta dan mengemasnya dalam suatu media aturan suci pernikahan. Jatuh cinta merupakan suatu naluri indah yang dibawa oleh setiap makhluk. Manusia berbeda dengan binatang dalam hal penyaluran rasa cintanya. Kalau kita melihat ayam, kambing ataupun binatang-binatang lain, kita akan dibuat tercengang. Hasrat mereka untuk menyalurkan rasa cintanya sudah tidak memerlukan aturan-aturan khusus seperti halnya manusia. Asalkan ketemu dijalan atau dimana saja langsung action. Sehingga jika manusia sebagai makhluk yang bermartabat melakukannya di tempat terbuka dan tanpa rasa malu sedikit pun, maka kedudukannya serta nilainya tidak akan jauh beda dengan binatang. Jatuh cinta merupakan ungkapan perasaan yang tumbuh dan mekar di hati.”Cinta bukan karena keindahan yang tampak di mata tetapi karena yang menyatukan hati dan jiwa”.
Dia, tidak seperti yang kubayangkan
Sebagian kita sangat mungkin sudah memetakan sosok ideal pasangan kita. Sosok ideal itu sudah melekat erat dibenak. Sehingga teramat susah bagi kita untuk menghilangkannya. Bahkan, sebagian kita biasanya telah memiliki idealisme sendiri tentang pasangan, jauh hari sebelum pernikahan tiba. Idealisme itu begitu menguasai pikiran dan jiwa hingga terus terbawa hingga mereka menikah. Dan setelah menikah ternyata pasangan yang diidamkan tidak sama dengan kenyataannya. Sungguh jauh berbeda dengan sosok ideal yang selama ini dia impikan. Akhirnya, dia kecewa dan kemudian cenderung menyalahkan keadaan atau pihak lain.
Tidak ada yang salah dengan idealisme yang kita pasang, termasuk idealisme tentang kriteria pasangan. Namun sayangnya, banyak dari kita yang berpikir bahwa suatu idealisme dapat turun begitu saja dari langit dan menjelma dihadapan kita. Padahal hal itu tidak mungkin terjadi karena idealisme harus diperjuangkan. Apapun judul idealisme itu, tetap membutuhkan perjuangan.
Saya banyak menemukan teman-teman yang mengira dengan menikahi seorang perempuan berjilbab semua urusan menjadi beres, kehidupan rumah tangga menjadi harmonis, tidak ada halangan dan rintangan, pokoknya sangat menyenangkan. Mereka tidak pernah membayangkan adanya suatu konflik yang heboh dan besar. Mereka juga tak pernah bermimpi bahwa rumah tangga mereka akan berpotensi mendapatkan masalah ditengah jalan. Angan-angan akan indahnya rumah tangga membuat lupa dan tidak waspada. Hingga akhirnya mereka kecewa. Tidak ada manusia yang terlepas dari salah dan dosa. Semua manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada manusia yang pada dirinya hanya terdapat kelebihan saja, sebagaimana tidak ada manusia yang didalam dirinya hanya ada kekurangan.
Laki-laki maupun perempuan adalah manusia biasa. Komitmen dan ketaatan mereka dalam beragama adalah suatu bentuk kesungguhan mereka dalam memproses diri menjadi hamba Allah yang bertakwa. Dan merupakan hal yang sangat manusiawi jika dalam menjalani proses tersebut terdapat kekurangan-kekurangan. Karenanya, bila mereka tidak sempurna, maka hal itu adalah bagian dari sisi kemanusiaan mereka ”No body perfect”.
Tidak ada yang salah dengan idealisme yang kita pasang, termasuk idealisme tentang kriteria pasangan. Namun sayangnya, banyak dari kita yang berpikir bahwa suatu idealisme dapat turun begitu saja dari langit dan menjelma dihadapan kita. Padahal hal itu tidak mungkin terjadi karena idealisme harus diperjuangkan. Apapun judul idealisme itu, tetap membutuhkan perjuangan.
Saya banyak menemukan teman-teman yang mengira dengan menikahi seorang perempuan berjilbab semua urusan menjadi beres, kehidupan rumah tangga menjadi harmonis, tidak ada halangan dan rintangan, pokoknya sangat menyenangkan. Mereka tidak pernah membayangkan adanya suatu konflik yang heboh dan besar. Mereka juga tak pernah bermimpi bahwa rumah tangga mereka akan berpotensi mendapatkan masalah ditengah jalan. Angan-angan akan indahnya rumah tangga membuat lupa dan tidak waspada. Hingga akhirnya mereka kecewa. Tidak ada manusia yang terlepas dari salah dan dosa. Semua manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada manusia yang pada dirinya hanya terdapat kelebihan saja, sebagaimana tidak ada manusia yang didalam dirinya hanya ada kekurangan.
Laki-laki maupun perempuan adalah manusia biasa. Komitmen dan ketaatan mereka dalam beragama adalah suatu bentuk kesungguhan mereka dalam memproses diri menjadi hamba Allah yang bertakwa. Dan merupakan hal yang sangat manusiawi jika dalam menjalani proses tersebut terdapat kekurangan-kekurangan. Karenanya, bila mereka tidak sempurna, maka hal itu adalah bagian dari sisi kemanusiaan mereka ”No body perfect”.
Senin, 01 Desember 2008
Berpikir Positif
Hati harus tetap teguh dan jiwa harus tetap utuh, tidak boleh ada kata rapuh, jatuh, atau bahkan lumpuh. Hidup terus berjalan dan kita harus berusaha untuk menghadapinya dengan lebarnnya senyuman.
Orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup merasa tertantang untuk mengatasi sesuatu dengan tenaga yang dia miliki. Dia merasa hidup adalah serentetan tantangan yang tidak akan pernah berhenti. Ketika tantangan itu sulit, maka dia akan bilang, ”Ini memang sulit tetapi kita bisa mengatasinya”. Dia mengedepankan berita gembira daripada berita buruk. Dia senantiasa tersenyum dan melihat fenomena ini sebagai suatu tantangan untuk ditaklukkan.
2. Menikmati hidup
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati. Apa yang ada pada dirinya adalah sumber motivasi luar biasa yang bisa memompa diri dan hatinya untuk tetap bertahan untuk kondisi apapun. Dia bisa saja merasa lunglai tak bertenaga, namun dia memilih untuk mensyukuri apa yang ada dan mencoba bersikap pede atasnya. Dia tidak gampang terpengaruh oleh olok-olokan orang dan mencoba tegap berdiri menikmati hidup yang diamanahkan kepadanya.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Menerima saran dan ide bisa saja menyebabkan munculnya hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik. Selalu memilih banyak mendengar dan lebih sedikit berbicara bila menemukan orang yang lebih baik darinya. Siap untuk dikritik dan selalu bersegera untuk membenahi diri. Apapun itu, selama bisa memberikan input positif bagi diri dan kepribadian kita, maka tidaklah menjadi masalah.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.
Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Pikiran-pikiran negatif ini nantinya justru akan membentuk pribadi-pribadi skeptis, pesimis, dan kalah sebelum bersaing. Daya saing seseorang menjadi sangat rendah. Kredibilitasnya dipertanyakan dan tidak terlihat mampu dipercaya. Memelihara pikiran-pikiran negatif sama sekali tidak menguntungkan. Abaikan dan enyahkan pikiran negatif yang hinggap di hati.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya dan bukannya berkeluh kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
Suatu kebahagiaan luar biasa, manakala kita lebih sibuk mensyukuri apa yang kita miliki dan enggan mencaci apa yang tidak kita miliki. Hidup ini adalah rentetan syukur yang tidak berkesudahan, bukan caci maki kufur nikmat yang tak akan habis dikenang. Apa yang ada ditangan lebih berarti daripada apa yang ada di pandangan. Angan-angan yang membayang akan hanya menyisakan harapan tak berkesudahan, sedangkan rasa syukur terhadap apa yang dimiliki bisa memompa jiwa untuk menjadi hamba Allah yang bersyukur. Selalu melihat pada kesyukuran hati dan tidak mendongak ke atas terhadap apa yang tidak kita miliki. Selalu saja ada nikmat yang tidak ada pada kita, dan selalu ada saja kekurangan yang kita miliki. Seberapa melimpah nikmat dunia ini tidak akan kita miliki semuanya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Tidak semua yang kita dengar harus kita sampaikan kepada orang lain. Apalagi bila informasi itu didahului oleh kata-kata ’kata orang, orang bilang,...”dan lain sebagainya. Kecenderungan dua daun telinga kita adalah mendengar apa yang membuat asyik, apa yang membuat nyaman dan apa yang membuat rasa ingin tahu kita terbuang. Namun terkadang rasa keingintahuan itu hanya akan menyisakan penyesalan. Manusia berkomentar itu hal biasa, yang tidak biasa adalah kita yang selalu merespon apa saja komentar mereka. Kadang telinga lebih baik ditutup dan mendengar yang baik-baik saja.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan.
Hindari No Action, Talk Only. Selalu menyediakan diri bila dibutuhkan bantuannya oleh orang lain. Bila diberikan amanah, tidak pernah ada kata untuk menolak, namun dengan sepenuh hati akan menerima tantangan itu.
8. Menggunakan bahasa positif
Setiap orang cenderung lebih senang mendengarkan kata-kata yang membangun dan bukan kata-kata yang menjatuhkan. Kalau seandainya tidak ada orang yang akan memuji kita dengan kata-kata yang membangun, maka berikan kata-kata membangun itu untuk diri kita sendiri.
9. Menggunakan bahasa tubuh yang optimis.
Senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan tangan yang ekspresif atau anggukan, berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias dan hidup. Bahasa tubuh yang positif ini akan berpengaruh pada suasana hati kita. Tidak akan mungkin seseorang yang bahagia hatinya tapi murung wajahnya. Tidak mungkin orang yang lincah berjalan, riang gembira bergerak ke sana ke mari tetapi memiliki wajah yang merengut berlipat-lipat. Bahasa tubuh tidak bisa ditipu, dia akan muncul sebagai ekspresi hati yang memang muncul dari dalam diri kita sendiri.
10. Peduli pada citra diri
Kita berusaha tampil baik, bukan hanya di luar tetapi juga di dalam. Ini bukan merupakan ekspresi suatu kejaiman atau menjaga imej, tapi ini adalah wujud dari betapa kita menghargai diri sendiri. Karena dengan begitu diharapkan kita mampu memberi inspirasi bagi orang lain. Ketika melihat kita, bisa menjadi penguat hati untuk berubah menjadi lebih baik. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
- Berpikir baik tentang diri sendiri
- Berpikir baik tentang orang lain
- Berpikir baik tentang keadaan
- Berpikir baik tentang Allah.
Mari kita bersama-sama berusaha senantiasa berpikir positif. Ok..
Berpikir positif akan membuat tubuh lebih sehat. Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih membahagiakan. Seperti apakah orang yang selalu berpikir positif itu?
1. Melihat masalah sebagai tantanganOrang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup merasa tertantang untuk mengatasi sesuatu dengan tenaga yang dia miliki. Dia merasa hidup adalah serentetan tantangan yang tidak akan pernah berhenti. Ketika tantangan itu sulit, maka dia akan bilang, ”Ini memang sulit tetapi kita bisa mengatasinya”. Dia mengedepankan berita gembira daripada berita buruk. Dia senantiasa tersenyum dan melihat fenomena ini sebagai suatu tantangan untuk ditaklukkan.
2. Menikmati hidup
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati. Apa yang ada pada dirinya adalah sumber motivasi luar biasa yang bisa memompa diri dan hatinya untuk tetap bertahan untuk kondisi apapun. Dia bisa saja merasa lunglai tak bertenaga, namun dia memilih untuk mensyukuri apa yang ada dan mencoba bersikap pede atasnya. Dia tidak gampang terpengaruh oleh olok-olokan orang dan mencoba tegap berdiri menikmati hidup yang diamanahkan kepadanya.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Menerima saran dan ide bisa saja menyebabkan munculnya hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik. Selalu memilih banyak mendengar dan lebih sedikit berbicara bila menemukan orang yang lebih baik darinya. Siap untuk dikritik dan selalu bersegera untuk membenahi diri. Apapun itu, selama bisa memberikan input positif bagi diri dan kepribadian kita, maka tidaklah menjadi masalah.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.
Memelihara pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Pikiran-pikiran negatif ini nantinya justru akan membentuk pribadi-pribadi skeptis, pesimis, dan kalah sebelum bersaing. Daya saing seseorang menjadi sangat rendah. Kredibilitasnya dipertanyakan dan tidak terlihat mampu dipercaya. Memelihara pikiran-pikiran negatif sama sekali tidak menguntungkan. Abaikan dan enyahkan pikiran negatif yang hinggap di hati.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya dan bukannya berkeluh kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.
Suatu kebahagiaan luar biasa, manakala kita lebih sibuk mensyukuri apa yang kita miliki dan enggan mencaci apa yang tidak kita miliki. Hidup ini adalah rentetan syukur yang tidak berkesudahan, bukan caci maki kufur nikmat yang tak akan habis dikenang. Apa yang ada ditangan lebih berarti daripada apa yang ada di pandangan. Angan-angan yang membayang akan hanya menyisakan harapan tak berkesudahan, sedangkan rasa syukur terhadap apa yang dimiliki bisa memompa jiwa untuk menjadi hamba Allah yang bersyukur. Selalu melihat pada kesyukuran hati dan tidak mendongak ke atas terhadap apa yang tidak kita miliki. Selalu saja ada nikmat yang tidak ada pada kita, dan selalu ada saja kekurangan yang kita miliki. Seberapa melimpah nikmat dunia ini tidak akan kita miliki semuanya.
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Tidak semua yang kita dengar harus kita sampaikan kepada orang lain. Apalagi bila informasi itu didahului oleh kata-kata ’kata orang, orang bilang,...”dan lain sebagainya. Kecenderungan dua daun telinga kita adalah mendengar apa yang membuat asyik, apa yang membuat nyaman dan apa yang membuat rasa ingin tahu kita terbuang. Namun terkadang rasa keingintahuan itu hanya akan menyisakan penyesalan. Manusia berkomentar itu hal biasa, yang tidak biasa adalah kita yang selalu merespon apa saja komentar mereka. Kadang telinga lebih baik ditutup dan mendengar yang baik-baik saja.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan.
Hindari No Action, Talk Only. Selalu menyediakan diri bila dibutuhkan bantuannya oleh orang lain. Bila diberikan amanah, tidak pernah ada kata untuk menolak, namun dengan sepenuh hati akan menerima tantangan itu.
8. Menggunakan bahasa positif
Setiap orang cenderung lebih senang mendengarkan kata-kata yang membangun dan bukan kata-kata yang menjatuhkan. Kalau seandainya tidak ada orang yang akan memuji kita dengan kata-kata yang membangun, maka berikan kata-kata membangun itu untuk diri kita sendiri.
9. Menggunakan bahasa tubuh yang optimis.
Senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan tangan yang ekspresif atau anggukan, berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias dan hidup. Bahasa tubuh yang positif ini akan berpengaruh pada suasana hati kita. Tidak akan mungkin seseorang yang bahagia hatinya tapi murung wajahnya. Tidak mungkin orang yang lincah berjalan, riang gembira bergerak ke sana ke mari tetapi memiliki wajah yang merengut berlipat-lipat. Bahasa tubuh tidak bisa ditipu, dia akan muncul sebagai ekspresi hati yang memang muncul dari dalam diri kita sendiri.
10. Peduli pada citra diri
Kita berusaha tampil baik, bukan hanya di luar tetapi juga di dalam. Ini bukan merupakan ekspresi suatu kejaiman atau menjaga imej, tapi ini adalah wujud dari betapa kita menghargai diri sendiri. Karena dengan begitu diharapkan kita mampu memberi inspirasi bagi orang lain. Ketika melihat kita, bisa menjadi penguat hati untuk berubah menjadi lebih baik. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif. Misalnya, jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik.
- Berpikir baik tentang diri sendiri
- Berpikir baik tentang orang lain
- Berpikir baik tentang keadaan
- Berpikir baik tentang Allah.
Mari kita bersama-sama berusaha senantiasa berpikir positif. Ok..
Langganan:
Postingan (Atom)
